gNews.co.id – Ihwal proyek ‘abadi’ ruas Jalan Nasional Kebun Kopi Provinsi Sulteng yang kini menuai sorotan lantaran tak kunjung selesai ditangani.
Ruas ini masuk di Satuan Kerja (Satker) Wilayah II Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng).
Puluhan tahun jalan nasional tersebut terus dikerja berulang-ulang hingga menimbulkan stigma publik di Sulteng menjadi proyek ‘abadi’.
Dilansir dari metrosulteng.com, sorotan jalan Kebun Kopi bagai gayung bersambut. Setelah Gapensi Donggala dan LSM KRAK Sulteng mengkritisi penanganan jalan tersebut, kini giliran mantan anggota DPRD Sulteng yang bersuara.
Zulfakar Nasir, anggota DPRD Sulteng periode 2014-2019 mengemukakan jalan kebun kopi akan terus menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya jalan itu masih menjadi satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan Kota Palu-Parigi Moutong, dan Donggala-Parigi Moutong.
“Akan begitu (jadi sorotan) terus, menjadi proyek abadi,” kata Zulfakar pekan lalu (6/8/2024).
Mantan politisi Partai Demokrat itu pernah menjabat Ketua Komisi III bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Sulteng,
Zulfakar menjadi Ketua Komisi III sekitar dua tahun lebih, sebelum akhirnya purna tugas tahun 2019.
Menurutnya, selama membidangi Komisi III, Dia dan rekan-rekan Komisi III DPRD Sulteng sudah sering menerima aspirasi masyarakat terkait jalan poros Kebun Kopi.
“Kondisi alam di jalur kebun kopi telah rusak akibat ulah manusia juga. Makanya sering longsor. Parahnya lagi, secara terus menerus dilakukan penanganan dengan menggunakan pembiayaan APBN,” tandasnya.
Zulfakar menyarankan supaya jalan Kebun Kopi tidak terus menerus menjadi polemik dan sorotan masyarakat, segera direalisasikan solusinya.
Baca: KRAK Sentil Anggota DPR RI soal ‘Proyek Abadi’ Jalan Kebun Kopi: Berat Bagi Orang yang Sudah Nyaman












Komentar