Rifai Mahiwa Wakili Bupati Banggai Menghimbau Warga Banggai Waspada Dampak Kabut Asap Karhutla

gNews.co.id,- Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau meluas ke sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi, termasuk Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Mewakili Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, H. Moh. Rifai Mahiwa, S.E., M.Si., menyampaikan imbauan tersebut menyusul hasil analisis citra satelit Himawari-9 yang dirilis BMKG Mutiara Palu pada Selasa (13/10/2026) pukul 14.00 WITA.

Berdasarkan hasil analisis BMKG sulteng  tersebut, sebaran kabut asap terdeteksi di enam kabupaten di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una, Morowali Utara, dan Morowali.

Sebaran asap juga dilaporkan meluas hingga wilayah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. Hasil pemantauan menunjukkan pergerakan asap di sejumlah wilayah terdampak di Sulawesi Tengah terindikasi mengarah ke barat laut hingga timur laut.

Secara umum, pola angin saat pemantauan dilaporkan bertiup dari arah timur dan tenggara menuju barat laut dan utara. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau pergerakan dan perluasan sebaran asap.

Menanggapi kondisi tersebut, Rifai Mahiwa mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak kabut asap, agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi tersebut masih berlangsung.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel asap. Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap gangguan pernapasan.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan informasi resmi mengenai sebaran asap yang disampaikan BMKG maupun pemerintah daerah.

BPBD Banggai juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka. Praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara, terutama ketika kondisi cuaca dan arah angin mendukung penyebaran asap.

184 Titik Panas Terdeteksi di Sulawesi Tengah
Informasi awal dalam bahan pemberitaan ini menyebutkan sebanyak 184 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sulawesi Tengah.

Meski demikian, titik panas hasil deteksi satelit tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran aktif yang telah terverifikasi di lapangan. Diperlukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut oleh instansi berwenang untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Terkait sumber kabut asap, informasi awal menyebutkan bahwa sebagian asap berpotensi berasal dari luar Pulau Sulawesi, termasuk Kalimantan. Sementara itu, pembakaran lahan di wilayah lokal juga disebut sebagai salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap konsentrasi asap di Kabupaten Banggai.

Namun, sumber asap serta kontribusi masing-masing titik kebakaran belum dapat dipastikan tanpa verifikasi lebih lanjut.

Sehingga BPBD Banggai terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang meluas. Kewaspadaan, penerapan langkah pencegahan, serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan dan mengantisipasi dampak karhutla.

Sehingga Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi BMKG dan arahan BPBD setempat, terutama apabila kondisi kabut asap semakin pekat atau kualitas udara memburuk.(DQ74).

Komentar

News Feed