Siap-siap! KPK akan Jadwalkan Kembali Pemanggilan Bupati Buol: Dugaan Pemerasan saat Masih Stafsus

Budi juga menegaskan bahwa penyitaan kendaraan mewah milik Bowo pada 21 Juli 2025 merupakan langkah hukum untuk pembuktian dan optimalisasi aset. Pernyataan ini menepis klaim Bowo yang mengaku berinisiatif mengembalikan kendaraan tersebut. 

*”Aset tersebut disita oleh penyidik karena diduga terkait dengan perkara,”* tegas Budi. 

Bowo Akui Terima Gratifikasi, Beli Motor Mewah

Sebelumnya, Risharyudi Triwibowo—yang merupakan mantan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku pernah menerima gratifikasi.

Namun, ia enggan merinci waktu, jumlah, maupun bentuk pemberian tersebut. 

Bowo mengklaim bahwa dana tersebut digunakan untuk membeli motor gede (moge) Harley Davidson.

“Saya pernah menerima sesuatu dan sesuatu itu saya belikan motor. Kendaraan itu saya kembalikan setelah tahu sumbernya dari kegiatan tidak benar. Setelah dikembalikan, alhamdulillah perasaan saya nyaman,” ujarnya. 

Hingga saat ini, KPK telah memeriksa Bowo sebanyak dua kali terkait aliran dana hasil dugaan pemerasan. Kasus ini terus berkembang, dan publik menanti langkah tegas KPK dalam mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.

Baca: Tak Hadir Rakor KPK, Bupati Buol Mengaku Sakit Masuk UGD, RYT: Senin Sebenarnya ke Jakarta tapi Kondisi Saya Demam

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar