gNews.co.id Jakarta, 15 Juli 2025 Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Beniyanto Tamoreka, menyatakan dukungan penuh terhadap target pemerintah untuk mencapai 100 persen bauran energi baru dan terbarukan (EBT) pada tahun 2035.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menghadapi krisis iklim global.
Target ini menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang Presiden. Tapi harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur, percepatan proyek EBT, dan insentif konkret bagi pelaku usaha,” kata Beniyanto dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
Menurut Kementerian ESDM, bauran EBT nasional hingga pertengahan 2025 baru mencapai 14,7 persen, masih jauh dari target jangka pendek tahun 2025 sebesar 20 persen, dan target jangka menengah tahun 2030 sebesar 23 persen. Untuk mendukung percepatan ini, pemerintah telah menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035.
Dalam dokumen RUPTL tersebut, ditargetkan ada penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, di mana sekitar 42,6 GW berasal dari sumber energi terbarukan. Rinciannya meliputi :
Pembangkit surya : 17,1 GW
Hidro : 11,7 GW
Angin : 7,2 GW
Panas bumi : 5,2 GW
Bioenergi : 0,9 GW
Nuklir : 0,5 GW
Beniyanto menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada pembangunan pembangkit, tetapi juga pada reformasi kebijakan terkait tarif listrik dan skema jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) yang lebih kompetitif.
Kita juga harus mempercepat pembangunan jaringan transmisi dan penyimpanan energi. Tanpa itu, EBT tidak akan maksimal,” ujar legislator dari Dapil Sulawesi Tengah tersebut.
Ia juga menyerukan adanya sinergi antarkementerian dan lembaga, terutama dalam hal insentif fiskal dan pendanaan hijau yang terjangkau. Salah satu langkah jangka pendek yang dianggap penting oleh Beniyanto adalah program pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah desa.
Komisi XII DPR RI akan terus memberikan dukungan dan mendorong sinergi kebijakan agar target ini dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur. Harapannya, komitmen menuju 100 persen EBT pada 2035 benar-benar menjadi langkah maju dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional,” tutupnya.









Komentar