Temu Usaha Agribisnis PENAS XVII Gorontalo Perkuat Kemitraan Petani dan Pelaku Usaha Sekretaris KTNA Banggai Ajak Petani Manfaatkan Peluang Bisnis

gNews.co.id, Gorontalo – Kegiatan Temu Usaha Agribisnis dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi pengembangan komoditas unggulan pertanian serta memperluas jaringan kemitraan antara petani, pelaku usaha, penyuluh, dan pemerintah.

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Teknologi Dalam Mendukung Program Swasembada Pangan Berkelanjutan Guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”

Hal ini berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention Center (KLCC) Parasamya Purnakarya Nugraha, Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 22–23 Juni 2026.

Temu Usaha Agribisnis merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian PENAS XVII yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di kawasan Gelanggang Olahraga dan Rekreasi (GORR) David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan ini diikuti sekitar 340 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani, nelayan, kelompok tani, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan sektor agribisnis dari seluruh Indonesia.

Selain menjadi sarana mempertemukan petani dengan dunia usaha, kegiatan ini juga menghadirkan forum bisnis strategis, pasar lelang agribisnis, penjajakan kerja sama investasi dan distribusi hasil pertanian, serta diskusi mengenai pengembangan komoditas unggulan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris KTNA Kabupaten Banggai, Salman Sulaiman, yang mewakili Ketua KTNA Banggai, hadir bersama para penyuluh, petani, dan nelayan asal Kabupaten Banggai.

Dalam wawancara usai kegiatan, Salman Sulaiman menegaskan bahwa forum seperti Temu Usaha Agribisnis sangat penting untuk diikuti oleh para petani karena memberikan akses langsung terhadap perkembangan teknologi pertanian dan informasi pasar.

Kegiatan seperti ini sangat penting karena para petani dapat mengetahui perkembangan produk-produk pertanian terbaru yang saat ini sudah banyak beredar dan digunakan di lapangan, khususnya benih jagung unggul yang telah banyak ditanam oleh petani di Kabupaten Banggai,” ujarnya.

Gorontalo yang dikenal sebagai salah satu lumbung jagung nasional menjadikan pembahasan mengenai benih jagung hibrida berkualitas, peningkatan produktivitas lahan, serta penguatan rantai pasok sebagai topik utama dalam forum tersebut.

Melalui pameran dan Kampoeng Benih yang diikuti berbagai perusahaan benih nasional, peserta mendapatkan kesempatan melihat langsung inovasi teknologi pertanian, varietas benih unggulan, serta berbagai sarana produksi pertanian modern yang dapat mendukung peningkatan hasil usaha tani.

Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara petani, nelayan, narasumber, dan pelaku usaha, sehingga berbagai permasalahan serta peluang pengembangan usaha dapat dibahas secara langsung.

Temu Usaha Agribisnis diharapkan mampu membuka peluang kemitraan yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.(DQ74)

Komentar