gNews.co.id – Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup yang digelar meriah di halaman Markas Komando Polda Sulawesi Tengah, Jalan Soekarno Hatta, Palu, menuai sorotan tajam dari sejumlah peserta.
Di balik semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 itu, terselip kritik terkait ketidakprofesionalan panitia dalam mengatur jadwal pertandingan.
Turnamen yang diikuti 1.512 peserta atau 756 pasangan ini berlangsung selama lima hari, 2-6 Juli 2025.
Namun, salah satu pasangan peserta, Yusuf Andhika dan Isman, menyuarakan kekecewaan mereka lantaran dinyatakan kalah walkover (WO) secara sepihak oleh panitia.
Yusuf mengungkapkan bahwa ia dan rekannya telah melakukan registrasi pada Kamis (3/7) dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp200 ribu.
Mereka sempat mengukir dua kemenangan dengan skor telak 8-0 dan 7-5, dan dinyatakan lolos ke babak selanjutnya.
Namun, masalah muncul ketika mereka hendak mengikuti babak lanjutan.
Yusuf mengatakan dirinya sempat mendatangi lokasi pertandingan pada Sabtu 5 Juli 2025 untuk menanyakan jadwal.
Panitia menginformasikan bahwa mereka akan bertanding Minggu (6/7/2025) sekitar pukul 16.00 Wita, namun diminta datang lebih awal jika terjadi perubahan waktu.
“Kami datang pukul 14.00 sesuai arahan panitia, tapi sesampainya di sana, malah diberi tahu pertandingan kami sudah dimulai sejak pukul 10.00 pagi. Tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ujar Yusuf kepada media ini dengan nada kecewa.
Yang lebih disesalkan, lanjut Yusuf, informasi perubahan jadwal hanya disampaikan melalui grup WhatsApp peserta, sementara dirinya tidak pernah dimasukkan dalam grup tersebut.
“Perubahan jadwal diumumkan di grup, tapi kami tidak ada di dalam. Tidak ada juga konfirmasi ke kami secara pribadi. Kami langsung dinyatakan WO. Waktu kami protes, panitia cuma bilang ‘mau di apa’,” tutur Yusuf.
Baca: Semangat Baru DPC Peradi Palu: Gelar Turnamen Gaple 2025














Komentar