Di sisi lain, New Development Bank (NDB) milik BRICS dapat menjadi sumber pendanaan alternatif untuk proyek infrastruktur besar di Indonesia.
Menurut Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, keanggotaan ini juga memperkuat posisi tawar Indonesia dalam tata kelola ekonomi global.
“Populasi BRICS yang mencapai 3,5 miliar jiwa memberi peluang untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dan mengurangi ketergantungan pada Barat,” tandasnya.
Risiko yang Mengintai
Namun, bergabungnya Indonesia dengan BRICS tidak tanpa tantangan. Yusuf mengingatkan risiko ketegangan geopolitik, terutama akibat persaingan AS dan China yang semakin intens.
Selain itu, menurut Nailul, ekonomi Indonesia yang masih didominasi konsumsi domestik membuat dampak keanggotaan BRICS tidak langsung terasa.
“Keanggotaan ini bukan jaminan pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo. Reformasi struktural tetap menjadi kunci,” ujarnya.
Researcher Celios, Jaya Darmawan, juga mengingatkan risiko banjir barang impor dari China dan India yang dapat merusak pasar dalam negeri.
Perjanjian multilateral ini membutuhkan energi besar, baik secara politik maupun anggaran. Jika tidak hati-hati, keuntungan bisa jadi tidak sebanding dengan risikonya,” ujar Jaya.
Langkah Strategis Pemerintah
Untuk meminimalkan risiko, Yusuf menyarankan agar Indonesia tetap menjaga kebijakan luar negeri bebas-aktif.
“Diplomasi yang hati-hati dapat menekan tekanan dari negara-negara Barat dan menjaga keseimbangan kepentingan,” katanya.
Pemerintah juga perlu fokus pada reformasi domestik, memperkuat iklim investasi, dan meningkatkan produktivitas ekonomi agar manfaat dari BRICS dapat dirasakan secara maksimal.
Bergabungnya Indonesia ke BRICS adalah langkah strategis yang membuka banyak peluang sekaligus membawa tantangan besar.
Jika dimanfaatkan dengan baik, keanggotaan ini dapat menjadi katalis untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global dan mendekatkan pada target pembangunan jangka panjang.
Baca: Presiden Prabowo Subianto: D-8 Adalah Kekuatan Transformasi Global








Komentar