gNews.co.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid meluapkan kekecewaannya setelah operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu Sungai Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami kegagalan total.
Operasi yang dirancang secara rahasia itu diduga kuat telah bocor, sehingga para pelaku dan cukong tambang ilegal berhasil melarikan diri sebelum tim gabungan tiba di lokasi.
“Sudah sangat rahasia dilakukan, tapi toh bocor juga ya. Lebih pintar pencuri daripada petugas!” ujar Gubernur Anwar Hafid dengan nada geram pada hari Rabu (12/11/2025).
Operasi gabungan yang melibatkan Polisi Kehutanan (Polhut) dari Dinas Kehutanan (Dishut) Sulteng dan tim Penegakan Hukum (Gakkum) nyaris tidak menemukan bukti signifikan di lapangan.
Dari belasan alat berat yang dilaporkan beroperasi, tim hanya berhasil menyita dua unit dan menangkap satu orang terduga pelaku berinisial LD.
Dugaan Keterlibatan Oknum Tertentu
Kegagalan operasi ini memicu kecurigaan adanya oknum aparat yang bermain mata dengan para penambang ilegal.
Menurut Rustam H. Husen, Ketua LSM Forum Rakyat Merdeka Tanggap (FORMAT) Parigi Moutong, pihaknya menerima laporan bahwa alat-alat berat telah dievakuasi dari lokasi sesaat sebelum operasi digelar.
“Kami mendapat laporan bahwa sebagian besar alat berat sudah diperintahkan turun oleh oknum aparat tertentu. Alat-alat itu kemudian disembunyikan di halaman rumah warga dekat wilayah PETI, sementara para cukongnya kabur,” ungkap Rustam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11/2025).








Komentar