Gubernur juga menyampaikan kebijakan penilaian kinerja dua arah, di mana ASN juga memiliki ruang untuk menilai kinerja pimpinannya.
“Penilaian pejabat tidak hanya dari atas, tetapi juga dari bawah. Kalau ada pimpinan yang tidak bekerja dan tidak bertanggung jawab, sampaikan,” jelas Gubernur Anwar Hafid.
Kepada para pejabat eselon II yang baru dilantik, Gubernur Anwar Hafid memerintahkan untuk langsung bekerja tanpa menunggu seremoni serah terima jabatan.
“Hari ini buku sudah ditutup. Yang lama selesai tugasnya, yang baru langsung bekerja. Tidak perlu lagi seremoni-seremoni,” tandasnya.
Integritas adalah Harga Mati
Di akhir arahan, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen kuat terhadap integritas dan etika ASN. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran berat, terutama korupsi.
“Kalau ada kasus korupsi, pasti diberhentikan di tengah jalan. Integritas dan etika adalah harga mati,” tegasnya.
Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat kebersamaan dan nilai spiritual, menjadikan momentum ini sebagai awal pengabdian yang lebih baik bagi masyarakat Sulteng.








Komentar