Putri pun menyarankan jika ibu hamil sudah mengetahui bahwa dia memiliki risiko atau bahkan sudah dinyatakan osteoporosis, maka dia harus berkonsultasi kepada ahli gizi. Tujuannya, agar ahli gizi dan membantu mengatur seberapa banyak tambahan nutrisi yang dibutuhkan.
“Harapannya agar janin ini tetap terpenuhi nutrisinya walaupun ibunya mengalami osteoporosis. Selain itu, agar tidak memperparah osteoporosis bagi si ibu,” ujar Putri.
Ia melanjutkan, pemenuhan nutrisi pun harus berlanjut setelah anak lahir. Ibu tetap harus mengonsumsi cukup kalsium, vitamin D, protein, hingga antioksidan selama proses menyusui, serta memastikan nutrisi tersebut terpenuhi selama pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), dan seterusnya.
“Sekarang pun rekomendasinya boleh memberikan vitamin D sejak bayi, dosisnya 400 unit, rutin setiap hari, karena memang risiko kekurangan vitamin D ini lebih besar, Kemudian baru dioptimalkan saat MPASI,” katanya.
“Untuk protein, yang terutama protein hewani harus tercukupi dengan baik. Karena kalsium dari protein hewani itu penyerapannya lebih bagus dibanding yang dari nabati,” pungkasnya. BB








Komentar