gNews.co.id – Capres Prabowo Subianto berbicara mengenai bagaimana strategi politik luar negeri Indonesia ke depan dalam menghadapi situasi global saat ini.
Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto memberikan pandangannya seperti apa arah Indonesia ke depan.
Dia menyampaikan pandangannya tersebut saat acara dialog Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, Senin (13/11/2023).
Dialog yang digelar oleh CSIS itu mengangkat tema ‘Arah dan Strategi Politik Luar Negeri’.
Pada kesempatan tersebut Capres Prabowo dari yang diusung dan didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) memaparkan pandangannya.
Salah satu sudut pandang Prabowo terkait kebijakan luar negerinya yang memakai perandaian satu musuh terlalu banyak, 1.000 teman terlalu sedikit.
Hal ini, menurut TKN Prabowo-Gibran, merupakan gambaran sikap Prabowo dalam berpolitik, termasuk politik dalam negeri.
“Semua dirangkul dan diajak berteman. Tidak ada eksklusivitas, arogansi, atau mau menang sendiri. Bisa terlihat dari koalisi kami yang besar dan beragam. Hanya Pak Prabowo capres yang konsisten mengangkat nilai kerukunan,” tutur Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/10/2023).
Dia menuturkan, artinya sikap ini bukan sekadar ide atau gagasan yang hanya sebatas pembicaraan saja.
“Diomong-omong saja. Apa yang Pak Prabowo katakan, ia lakukan,” katanya.
Budisatrio memaparkan bahwa dalam sesi di CSIS Prabowo menegaskan bila menjadi presiden, maka kebijakan politik yang akan dilaksanakan dengan negara tetangga.
“Adalah politik tetangga baik atau good neighbor policy. Disampaikan soal good neighbor policy,” ujar Budisatrio.
Baca: Capres Prabowo Tegaskan Indonesia Pertahankan Tradisi Non Blok Dalam Menghadapi Dinamika Global














Komentar