Warga itu mengaku kesal, karena para mafia tambang emas ilegal itu selalu mengatasnamakan masyarakat kecil, karena kashian sama masyarakat maka dibukala tambang emas itu.
Padahal itu hanya dalih, supaya mafia tambang bisa berkerja di wilayah itu seakan-akan didukung oleh semua masyarakat.
“Kita menduga aktifitas tambang emas Ilegal di Lobu dan Lambunu bisa lancar, karena ada keterlibatan oknum yang membekingi aktivitas itu. Bahkan infonya, setiap unit alat berat jenis excavator yang bekerja di tambang emas ilegal itu bayar puluhan juta per unitnya perbulan,” terangnya.
olehnya, warga itu berharap Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si bisa menindak tegas jika benar ada oknum aparat yang terlibat baik baik polisi maupun TNI.
“Jika benar ada oknum aparat penegak hukum yang terlibat, mohon kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menindak tegas. Sebab kalau tidak ditindak, tidak akan pernah ada efek jerah paling tutup sebentar, setelah tidak heboh lagi dibuka kembali aktifitas yang merugikan mayoritas masyarakat serta warga itu,“ pungkasnya.
Sampai berita ini tayang, Dirkrimsus maupun Gakkum belum juga memberikan tanggapan upaya hukum apa yang akan dilakukan terkait aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Lobu dan Lambunu itu.














Komentar