Lebih lanjut, Gubernur menekankan peran krusial TNI AL dalam mengamankan wilayah perairan Sulteng yang memiliki posisi geopolitik strategis dan potensi sumber daya kelautan yang melimpah.
Keamanan dan stabilitas laut, menurutnya, adalah fondasi utama bagi kelancaran pembangunan ekonomi, sektor perikanan, dan pengembangan kawasan industri.
“Sinergi kita akan terus ditingkatkan, terutama dalam memberantas aktivitas ilegal fishing yang merugikan negara dan nelayan kita,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan harapan dan kepercayaan kepada Danlanal Palu yang baru, Letkol Marinir M. Ali Wardhana, untuk melanjutkan dan meningkatkan kolaborasi yang telah terbangun.
“Kolaborasi lintas sektor antara TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menciptakan kondusivitas, khususnya di wilayah pesisir yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat,” jelas Gubernur Anwar Hafid.
Dua menilai kontribusi TNI AL tidak hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap ketertiban sosial, penegakan hukum di laut, dan perlindungan bagi masyarakat pesisir.
“Kepemimpinan Danlanal yang baru kami harap dapat memperkuat kerja sama ini guna mewujudkan keamanan laut yang optimal dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui momentum serah terima jabatan ini, Gubernur Anwar Hafid kembali menegaskan komitmen Pemprov Sulteng untuk terus bersinergi erat dengan TNI Angkatan Laut dalam menciptakan stabilitas, keamanan, dan kemajuan Sulteng yang berkelanjutan.
Baca: Pemprov Sulteng dan TNI AL Bersinergi Lindungi Pesisir dari Ilegal Fishing














Komentar