Hadiri Hari Otda ke 30 Ketua DPRD Patwan Kuba Dorong Kemandirian Daerah Hadapi Pembatasan Transfer Pusat

gNews.co.id, Banggai Laut – Ketua DPRD Kabupaten Banggai Laut, Patwan Kuba, S.H., M.H., menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut, Senin (27/4/2026), di halaman Kantor Bupati Banggai Laut.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banggai Laut, Saiful U. Usuria, yang mewakili Bupati Sofyan Kaefah sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, serta sektor swasta.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Saiful membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat inovasi di tingkat daerah.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui kewenangan otonomi yang dimiliki guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang inovatif dan responsif.

Reformasi birokrasi serta digitalisasi pemerintahan juga menjadi sorotan sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Usai upacara, Ketua DPRD Banggai Laut, Patwan Kuba.SH.MH saat di temui Awak Media, menyoroti tantangan yang dihadapi daerah di tengah kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.

Ia menyebut, keterbatasan kewenangan fiskal daerah saat ini berdampak pada ruang gerak otonomi yang semakin sempit.

Di tengah kondisi fiskal nasional yang belum stabil, kewenangan daerah terasa semakin terbatas.

Karena itu, jalan yang harus ditempuh adalah memaksimalkan potensi daerah agar tetap mampu mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Patwan juga menyampaikan bahwa pihaknya tetap mendukung program-program pemerintah pusat, termasuk agenda pembangunan nasional.

Namun, ia berharap kondisi fiskal ke depan dapat segera membaik sehingga daerah kembali memiliki ruang yang lebih luas dalam mengelola pembangunan.

Ia menambahkan, adanya pembatasan transfer anggaran dari pusat turut mempengaruhi kebijakan daerah, sehingga diperlukan strategi adaptif, termasuk penguatan sektor-sektor unggulan lokal.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi lokal, serta memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan dan merata.(DQ74)

Komentar