Selain komposisi Presidium MN KAHMI, ia juga menyarankan agar Presidium KAHMI Masa Bhakti 2022-2027 nanti, tidak diisi para politisi, tetapi sebaiknya para non partisan, agar MN KAHMI dapat bekerja lebih profesional dan lebih independen.
“Kita punya banyak kader profesional dan akademisi. Mereka tidak terlibat politik praktis. Adik-adik kita di HMI ini kan selalu menjadikan seniornya sebagai teladan. Nah, kalau Presidium KAHMI adalah politisi, nanti dapat memengaruhi independensi HMI,” katanya.
Meski begitu, dia mengatakan, menjadi hak setiap anggota KAHMI untuk mencalonkan diri sebagai Presidium KAHMI.
Tetapi, jika ada wilayah yang setuju dengan pikirannya, maka ia ajak untuk berjuang bersama di Munas XI KAHMI nanti.
“Mungkin pikiran saya salah, tetapi jika ada yang setuju, mari kita berjuang bersama dan kita melakukan revitalisasi KAHMI melalui Munas di Palu,” ujarnya.
Ditanya tentang kesediaannya mencalonkan diri sebagai Presidium KAHMI, Ahmad Ali menolaknya.
“Banyak yang minta saya maju, tetapi saya tidak bersedia. Saya tahu diri sebagai Waketum Partai NasDem. Saya tidak mau, menjadi bagian dari orang-orang yang merusak independensi HMI dan itu sudah tegaskan sejak awal,” tegas Ahmad Ali.
Baca: Tegas! Kepala BPKP Ingatkan Jangan ada Gratifikasi Dana Hibah KAHMI










Komentar