Ketum HPA Pimpin Hanura Kota Palu: Pengamat Nilai Ashar Yahya Dekat dengan Grassroot

Perubahan ini juga berimbas pada perkiraan penambahan jumlah kursi DPRD Kota Palu menjadi 40 kursi, dari total estimasi pemilih sekitar 400 ribu jiwa.

Kondisi ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi semua partai, termasuk Hanura. Mekarnya Dapil membutuhkan strategi perekrutan calon dan penetrasi yang lebih masif ke seluruh wilayah.

“Ekspansi Dapil adalah momentum. Hanura harus hadir lebih personal di setiap wilayah baru. Kepemimpinan Ashar yang dekat dengan grassroot diharapkan dapat menjawab tantangan ini,” ujar pengamat politik lokal, Ahmad Rizal.

Dengan kepemimpinan baru ini, Hanura Palu menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dalam arena politik yang semakin luas.

Sementara itu, partai-partai politik lainnya di Palu juga diprediksi akan semakin gencar melakukan konsolidasi dan perekrutan tokoh-tokoh kunci untuk memperkuat elektabilitas di enam Dapil yang baru.

Langkah Ashar Yahya memimpin Hanura Palu menjadi sinyal kuat bahwa persiapan menuju 2029 telah dimulai, dengan mengedepankan kombinasi antara kekuatan organisasi kemasyarakatan dan strategi elektoral yang adaptif.

Baca: Potensi Aklamasi Musda Partai Golkar Morut Mengerucut pada Warda Dg Mamala

Komentar