Komitmen Pemprov Sulteng Terhadap Petani, Gubernur Anwar Hafid Jalin Kerja Sama Perusahaan Pertanian asal Tiongkok

Miss Zheng Shan-shan menyambut antusias potensi yang ditawarkan Sulteng. Ia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki pengalaman luas dalam teknologi pengolahan pangan lanjutan, seperti freeze drying, ekstraksi tanaman, hingga pengolahan kakao dan kopi.

“Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, memiliki potensi bahan baku yang sangat besar. Kami pada tahap awal ingin memastikan konsep kawasan industri dua negara ini dapat berjalan dengan baik sebelum masuk ke investasi yang lebih spesifik. Pembentukan tim bersama dan kerja sama sister province adalah langkah penting sebagai pintu awal,” ungkap Zheng Shan-shan.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulteng sepakat untuk segera membentuk tim bersama dengan pihak Sichuan. Tim ini akan bertugas mempersiapkan nota kesepahaman kerja sama sister province secara kelembagaan.

Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat menindaklanjuti peluang ini. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga meluas ke sektor perikanan, peternakan, logistik, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya bersama Wakil Gubernur akan mendukung penuh. Kami ingin wilayah barat Sulawesi Tengah juga maju, terutama di sektor pertanian. Semoga kerja sama ini menjadi contoh kolaborasi lintas negara yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua provinsi,” tandasnya.

Baca: Parigi Moutong Ketiban Untung: PSN Industri Nikel Ramah Lingkungan dan Dua Akses Jalan Menuju Palu

Komentar