Longki Djanggola Ucapkan Terima Kasih dan Serap Aspirasi Warga di Desa Binangga

gNews.co.id – Anggota DPR RI Komisi II, Longki Djanggola, memulai rangkaian Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) tahun 2025 dengan menyambangi Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Jumat (11/7/2025).

Kunjungan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus ajang menyerap aspirasi masyarakat yang telah memberikan dukungan signifikan dalam Pemilu Legislatif lalu. 

Ucapan Terima Kasih dan Komitmen Perjuangankan Aspirasi

Longki Djanggola menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Marawola, khususnya Desa Binangga, atas kepercayaan yang diberikan hingga mengantarkannya kembali ke Senayan sebagai wakil rakyat Sulawesi Tengah (Sulteng). 

“Saya tidak pernah lupa dengan perjuangan di Pileg. Kecamatan Marawola, khususnya Desa Binangga, telah memberikan suara yang luar biasa. Sebagai bentuk terima kasih, saya awali Kundapil pertama saya di sini,” ujar mantan Gubernur Sulteng dua periode ini. 

Ia menjelaskan bahwa Kundapil merupakan kewajiban anggota DPR RI sebanyak delapan kali dalam setahun.

Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mendengar langsung keluhan, saran, dan masukan masyarakat yang akan dibawa ke tingkat pusat. 

“Saya siap menampung aspirasi masyarakat, baik yang terkait mitra Komisi II maupun di luar itu. Nanti akan saya teruskan ke komisi terkait,” tandasnya. 

Aspirasi Masyarakat: PTSL, Bantuan Pendidikan, dan Pelayanan BPN

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan publik.

Basri, warga Desa Binangga, mengkritik perubahan program Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria) menjadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dinilai memberatkan masyarakat. 

“Dulu di Prona, persyaratan tidak berbelit-belit, masyarakat mudah dapat sertifikat gratis. Sekarang dengan PTSL, prosedurnya rumit dan prosesnya lama,” katanya. 

Marsal, warga setempat, juga mengeluhkan rumitnya pengurusan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang meminta silsilah tanah sebagai syarat.

Baca: Longki Djanggola Reses di Poso: Warga Adukan Bank Tanah dan Biaya Sertifikasi Mahal

Komentar