NasDem Tempat Berlabuh Politik ‘Edank’, Berikut 6 Pertimbangannya

Kedua, ia memilih Partai NasDem tentu ada relasi politiknya dengan tugas yang ia emban sekarang sebagai salah satu Tenaga Ahli Gubernur.

Agar ia dapat mempercepat, termasuk mempercepat visi misi pemerintahan Gubernur sekarang (Cudy-Mamun), untuk ‘back up’ secara politik kelancarannya.

“Ketiga, ini mungkin petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Karena peristiwanya spontan, walaupun sudah berniat lama,” katanya.

Edank mengaku diberi kesempatan sehari untuk istighara menentukan pilihan menjadi kader Partai NasDem.

Keempat, di Partai NasDem ia merasa cocok karena di dalamnya banyak kawan-kawan aktivis yang ia kenal betul sepak terjangnya.

“Termasuk Pak Cudy (Gubernur Sulteng) tempat banyak belajar. Dan Pak Ahmad Ali (Waketum DPP NasDem) tempatnya banyak berdiskusi tentang pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” jelas Edank.

Kelima, disamping itu ia juga cocok dengan platform perjuangan NasDem.

Keenam, terkait diplot ke DPR RI itu sudah kewenangan partai. Karena ia juga harus belajar loyal terhadap keputusan partai.

Itulah enam pertimbangan Mohammad Ridha Saleh, sehingga mengambil keputusan berpartai dan memilih bergabung dengan Partai NasDem Sulawesi Tengah.

Baca: Program BRR Ridha Saleh Kebutuhan Mendasar Warga

Komentar