Pentingnya Pengurangan Risiko Bencana Akademisi Untika Bambang Dwicahya Ikuti Pelatihan Dasar BPBD Banggai dan BNPB

gNews.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sukses melaksanakan Pelatihan Dasar Bencana bertema “Belajar Sekarang, Tangguh Saat Bencana Datang.”

Kegiatan ini berlangsung sejak Senin 24 hingga Jumat 28 November 2025 di Hotel Shantika Luwuk, Kelurahan Tambang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari BNPB Pusat, Jajad Suarjat, S.Pd, M.Si (Han), serta diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai lembaga, termasuk para akademisi.

Salah satu peserta yang turut hadir adalah Assoc. Prof. Dr. Bambang Dwicahya, S.KM., M.Kes., Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Untika Luwuk sekaligus Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Usai kegiatan, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan kapasitas akademisi dalam bidang manajemen bencana.

Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai dosen, karena dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang manajemen bencana.

Saya berharap dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mata kuliah yang saya ampu serta meningkatkan kontribusi dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia,” ujar Dr. Dwicahya.

Selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi dasar manajemen bencana yang diselenggarakan Pusdiklat BNPB dan BPBD Banggai.

Lebih lanjut Dr. Dwicahya dengan mengikuti pelatihan ini bisa memperoleh berbagai materi penting seperti pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Dwi biasa di sapa juga menjadi bagian dari 40 peserta yang berasal dari berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Banggai,”tegas Dosen
FKM Untika Luwuk.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber BNPB Pusat, Jajad Suarjat, memberikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta.

Kegiatannya sangat inspiratif karena para peserta sangat antusias dan interaktif, pembelajaran menjadi sangat atraktif karena mereka sudah akrab saya rasa lebih dari 60 – 70% materi bisa dipahami peserta,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana mulai dari tingkat masyarakat hingga keluarga.

Menurutnya, pemahaman kebencanaan tidak hanya terkait instansi pemerintah, tetapi harus merata ke semua lapisan masyarakat.

Idealnya setiap keluarga memiliki pemahaman kebencanaan, termasuk bagaimana melakukan evakuasi. Berdasarkan penelitian di Jepang, 90% orang selamat dari bencana karena peran keluarga, bukan hanya tenaga evakuasi,” kata Jajad.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar