Maung versi terbaru kata dia, memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sekitar 65 persen, merupakan bagian dari upaya yang terus didorong oleh Prabowo.
“(Pembuatan Maung) adalah ide yang inovatif dari Pak Menhan. Sejak tahun awal menjadi Menhan, beliau bertanya soal tactical vehicle 4×4,” ujar Abraham.
Sejak itu katanya, kemudian Pindad membuatnya, dan Prabowo memberi nama Maung. Itu versi yang pertama sekali.
“Lalu pemikiran beliau berkembang lagi. Beliau memanggil (PT Pindad) untuk membuat Jeep yang (Maung versi terbaru) ini,” kata dia.
Kemudian berkat dukungan Prabowo, sebut Abraham, untuk melibatkan ahli dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, Pindad pun mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Selanjutnya, ia juga mengatakan target berikutnya yang akan diupayakan sesuai arahan Prabowo Subianto adalah membangun pabrik engine mandiri untuk meningkatkan TKDN produk-produk kendaraan dalam negeri.
“Kalau (pabrik engine) sudah ada di indonesia, mulai dari body-nya sudah bisa dibuat di Indonesia, tubular frame dan enginenya juga (bisa dibuat di Indonesia), maka TKDN akan naik, mendekati 70 sampai dengan 80 persen,” kata Abraham.
Seperti diketahui bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kendaraan operasional satuan (ranops) TNI 4×4 WD terbaru produksi PT Pindad pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2023, Rabu (18/1/2023).
Peresmian kendaraan taktis (rantis) yang kemudian dinamai ‘ Maung ‘ ini ditandai dengan pemecahan kendi oleh Jokowi didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Baca: Karena Komitmen dan Kinerjanya, Pendukung Prabowo Masih Loyal









Komentar