gNews.co.id, Gorontalo – Kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Rabu (25/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Banggai turut hadir dalam agenda nasional tersebut melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Drs. Subhan Lanusi, yang mewakili Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M.
Dalam kesempatan itu, Subhan Ahmad Lanusi didampingi Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai Irwanto Kulap, Sekretaris KTNA Salman Sulaiman, Bendahara Michael Tendean, Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian Fadli H. Salawali, Kabid Hortikultura Choirul Ashari Mambuhu, para penyuluh pertanian, serta rombongan KTNA Kabupaten Banggai.
Acara penutupan diawali dengan laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memaparkan berbagai capaian pembangunan sektor pertanian dan perikanan nasional, termasuk upaya peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang dinilainya sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.
Menurut Presiden, keberhasilan Indonesia menuju swasembada pangan tidak terlepas dari kerja keras para petani, nelayan, penyuluh, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Petani dan nelayan adalah pejuang pangan bangsa. Melalui kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh pihak, Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan,” tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan peserta PENAS XVII.
Presiden juga menegaskan bahwa PENAS merupakan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku sektor pangan, berbagi inovasi dan teknologi terbaru, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat transformasi pertanian dan perikanan menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Suasana penutupan semakin semarak dengan nuansa budaya lokal Gorontalo. Presiden Prabowo tampil mengenakan kopiah keranji, penutup kepala tradisional khas Gorontalo, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya daerah. Sejumlah pejabat dan tamu undangan juga mengenakan atribut serupa serta busana bermotif kerawang jagung yang menjadi identitas budaya Gorontalo.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Ribuan warga dan pelajar memadati sejumlah ruas jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Prabowo yang melintas menggunakan kendaraan Maung RI 1 sambil melambaikan tangan kepada masyarakat.
Kehadiran Presiden dalam penutupan PENAS XVII dinilai menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian, perikanan, serta penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Bagi Provinsi Gorontalo, penyelenggaraan PENAS XVII menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat jaringan kemitraan antar pelaku pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, PENAS XVII yang berlangsung sejak 20 hingga 25 Juni 2026 diikuti sekitar 150 ribu peserta dari berbagai provinsi. Beragam kegiatan digelar selama pelaksanaan, mulai dari pameran teknologi pertanian, temu profesi, forum diskusi, gelar inovasi, hingga demonstrasi teknologi pangan.
Dengan berakhirnya PENAS XVII, diharapkan semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas petani serta nelayan yang terbangun selama kegiatan dapat terus diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Banggai, guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan swasembada pangan nasional.(DQ74)










Komentar