Mereka menilai, seharusnya pekerjaan konstruksi, terutama pengecoran, dihentikan sementara ketika hujan turun karena dapat memengaruhi kualitas dan daya tahan struktur beton.
“Kalau hujan begini, jelas tidak baik untuk pengecoran. Bisa cepat rusak nanti hasilnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menduga, pekerjaan tersebut dipaksakan karena pihak pelaksana proyek dikejar oleh waktu penyelesaian. Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, pekerjaan revitalisasi ini hanya dialokasikan waktu selama 100 hari kerja.
Proyek lanjutan revitalisasi kawasan wisata Tanjung Batu ini berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tolitoli.
Menariknya, perusahaan yang menggarap proyek pada tahun 2025 ini juga merupakan pemenang tender pada pekerjaan sebelumnya di lokasi yang sama.











Komentar