“Bahasa adalah indikator paling nyata. Di Sulteng sendiri, ada beragam sub-suku dan dialek Kaili seperti Kaili Ledo, Baado, Kunde, dan Tara,” jelas Nur Ahsan.
Geografi Membentuk Karakter
Nur Ahsan lebih lanjut menjelaskan bahwa keberagaman ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis.
Sulteng memiliki tiga pintu laut utama, yakni Laut Maluku, Laut Sulawesi, dan Selat Makassar, serta Teluk Tomini.
Masyarakat yang hidup menghadap laut yang berbeda, akan berkembang dengan karakter budaya yang berbeda.
“Karakter masyarakat Banggai, Bungku, Parigi, Palu, dan Donggala dibentuk oleh orientasi maritim dan jaringan interaksi mereka yang telah berlangsung lama,” katanya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini berhasil menciptakan ruang refleksi kritis bagi peserta.
Acara ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang keberagaman budaya Sulteng, tetapi juga mengajak generasi muda untuk menghargai kompleksitas identitas lokal tanpa menyederhanakannya ke dalam satu label.
“Pemahaman yang adil dan mendalam tentang akar kita adalah modal terbesar untuk merajut nilai-nilai luhur di masa depan,” tutup Nur Ahsan, mengakhiri paparannya yang disambut tepuk tangan meriah.














Komentar