Ridha Saleh Minta Yayasan Ekonesia Turun ke Lapangan, Tanggapi Desakan Moratorium KPN

gNews.co.id – Desakan Yayasan Ekonesia untuk melakukan moratorium terhadap Kawasan Pangan Nusantara (KPN) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Sulawesi Tengah mendapat tanggapan kritis dari mantan Ketua Tim Mitigasi Sosial KPN dan Tenaga Ahli Gubernur, Mohammad Ridha Saleh.

Ridha mengungkapkan bahwa dirinya pernah diundang dalam dua kesempatan untuk mendengarkan dan memberikan masukan terhadap studi yang dilakukan oleh Ekonesia. Namun, ia meragukan validitas dan kekinian data yang digunakan oleh lembaga tersebut.

“Saya menduga kawan-kawan Ekonesia mungkin sudah satu tahun tidak pernah lagi memantau atau turun ke lapangan. Bahkan saya curiga informan yang mereka wawancarai bukan petani atau penerima manfaat langsung dari keberadaan KPN,” ujar Ridha tegas.

Menurutnya, kritik yang dilontarkan Ekonesia hanya menyentuh aspek formal dan prosedural, tanpa memahami secara menyeluruh latar belakang, prinsip, dan substansi program KPN.

Ia menilai, pandangan tersebut mengabaikan aspirasi petani yang aktif di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala.

“Karena itu, saya menyarankan agar ide moratorium ini diseminarkan langsung di Desa Talaga. Seperti halnya saat pemerintah pertama kali menggagas KPN, semuanya dimulai dari dialog desa yang melibatkan tokoh adat, pemerintah, dan petani,” jelas Ridha.

Ridha juga menambahkan, informasi terbaru yang diterimanya menyebutkan bahwa luas lahan yang telah digarap petani di wilayah KPN telah mencapai 120 hektare.

Komoditas yang ditanam pun beragam, mulai dari pisang, pepaya, kacang tanah, rica, jagung, ubi kayu, durian, hingga kelapa dalam. Bahkan beberapa komoditas telah berhasil dipanen.

“Artinya, sudah banyak kelompok tani yang terlibat dan merasakan manfaat langsung dari program ini. Maka sekali lagi saya sarankan, Ekonesia sebaiknya turun langsung ke areal KPN dan berdiskusi dengan para petani. Itu bisa memperluas wawasan dan bacaan mereka,” pungkasnya.

Kalau mau ditambahkan kutipan dari pihak Ekonesia atau tanggapan Komisi II DPRD, tinggal beri saya infonya, nanti saya lengkapi. Mau versi panjang atau versi rilis pendek juga bisa saya bantu.

Baca: Soroti Peran Satgas dalam Penyelesaian Konflik Agraria di Sulteng, Ridha Saleh: Kerja Jelas, tak Perlu Aneh-aneh

Komentar