Wali Kota menginginkan, mulai hari ini kepala sekolah mulai identifikasi apa yang menjadi kekurangan dari sekolahnya masing-masing, agar hal itu menjadi fokus kepala sekolah yang melaksanakan magang.
“Kita harus tahu, apa kelemahan kita, supaya kita mempelajari dalam waktu tiga bulan magang ini. Sehingga masuk tiga bulan yang kita lewati, betul-betul berjalan efektif. Jangan sporadis. Identifikasi apa yang jadi kelemahan kita dan kita jangan malu mengakuinya,” tekannya.
Ia juga menekankan agar para kepala sekolah membuat perencanaan seperti analisa perubahan, setelah melaksanakan magang. Agar dapat diketahui outcame dari program magang kepala sekolah dan guru ini.
Kalau hal tersebut dapat diketahui dengan baik dan sesuai dengan target, maka Pemerintah Kota Palu akan semakin termotivasi untuk melakukan penguatan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru.
Ia juga mengatakan, para siswa tidak terasa silih berganti meninggalkan para guru. Jangan sampai, para guru, ditinggalkan oleh siswa yang belum cukup bekal sesuai dengan level pendidikan yang akan dimasuki.
“Kalau dia SD, harus betul-betul kita jadikan mereka yang siap dan pantas di SMP. Begitupun kalau dia SMP, kita harus betul-betul jadikan mereka siap dan pantas di SMA,” jelasnya.
Wali Kota menyatakan sekolah merupakan kunci dari keberhasilan para siswa, sehingga perlunya kepala sekolah membuat perencanaan yang baik dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka.
“Magang ini bukan berarti kita rendah, malah dengan magang keluar ini, semakin menguatkan mentalitas dab kepercayaan diri kita dalam mengelola sekolah,” imbuhnya.
Baca Juga: MoU Diteken, Pasar Bambaru akan Dibangun Wahana Permainan














Komentar