gNews.co.id,- Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek), dan Pengukuhan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banggai, Rabu (12/11/2025), di Hotel Santika Luwuk.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin, M.M., yang hadir mewakili Bupati Banggai, H. Amirudin, sekaligus melakukan pengukuhan pengurus FPRB periode 2025–2028.
Turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Feri Sujarman, S.Pd., M.Si, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Muh. Oksatiawan, Ketua FPRB Provinsi Sulawesi Tengah, Sadiq, S.Sos., S.Mi, serta unsur Forkopimda Banggai dan para akademisi dari perguruan tinggi daerah.
Pengukuhan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Banggai Nomor 300.2/3960/BPBD tentang Pembentukan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Banggai Periode 2025–2028, yang ditetapkan di Banggai pada 11 November 2025 dan ditandatangani oleh Bupati Banggai H. Amirudin.
Dalam prosesi tersebut, Wabup Furqanuddin menyematkan pin tanda resmi pengukuhan kepada Ketua, Sekretaris, dan Bendahara FPRB Banggai, disaksikan oleh Kepala BPBD dan Ketua FPRB Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara jajaran pemerintah, Forkopimda, dan pengurus FPRB yang baru dikukuhkan.
Adapun susunan kepengurusan FPRB Kabupaten Banggai periode 2025–2028 menetapkan. :
Ketua : Dr. Bambang Dwi Cahya, SKM., M.Kes.
Sekretaris : Abdul Rahman Lazadin
Bendahara : Kurniati Kasmayadi
Selain itu, FPRB juga memiliki beberapa bidang kerja, yakni Advokasi dan Regulasi, Penelitian dan Pengembangan Kebencanaan, Penguatan Kapasitas, Partisipasi dan Kelembagaan, serta Media.
Dalam sambutannya, Ketua FPRB Banggai, Dr. Bambang Dwi Cahya, menyampaikan bahwa pembentukan forum ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Banggai.
FPRB hadir untuk membantu pemerintah daerah, khususnya BPBD, dalam mengedukasi masyarakat agar tangguh menghadapi bencana. Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa siap dan sigap menghadapinya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FPRB dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan risiko bencana di wilayah Banggai yang memiliki kondisi geografis beragam, mulai dari pegunungan hingga pesisir.
Forum ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat terkait potensi dan penanganan bencana.
Langkah preventif jauh lebih penting daripada penanganan setelah bencana terjadi,” tegasnya.
Wabup Furqanuddin juga menekankan bahwa Kabupaten Banggai memerlukan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih kuat, mengingat potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu.
Acara diakhiri dengan foto bersama dan ucapan selamat dari seluruh undangan kepada pengurus FPRB yang baru dikukuhkan.
Menandai dimulainya sinergi baru antara forum tersebut dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dalam upaya pengurangan risiko bencana di masa mendatang.








Komentar