gNews.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPR/MPR RI), Longki Djanggola menegaskan urgensi pendidikan karakter yang menyatu dengan sistem pendidikan nasional untuk menjawab tantangan disrupsi digital dan menurunnya etika publik.
Hal ini disampaikan saat Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang dihadiri ratusan peserta warga Palu dan mahasiswa dari berbagai kampus di aula kantor DPD Partai Gerindra Sulteng, jalan Elang, Kota Palu, Kamis (5/2/2026).
Dalam sambutannya, Longki memaparkan dinamika kehidupan berbangsa yang tengah dihadapkan pada tantangan serius, seperti disrupsi digital, menguatnya individualisme, maraknya hoaks dan ujaran kebencian, serta gejala menurunnya etika publik dan semangat gotong royong.
“Kondisi ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagaimana amanat Pancasila, khususnya sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta tujuan pendidikan nasional dalam UUD NRI Tahun 1945,” ujar Longki Djanggola.
Mantan Gubernur Sulteng dan Bupati Parigi Moutong dua periode itu mengutip data kajian pendidikan yang menunjukkan lebih dari 70 persen peserta didik aktif mengakses media digital lebih dari empat jam per hari.
Namun, kemampuan literasi etika, empati sosial, dan daya saring informasi dinilai belum sepenuhnya memadai.
“Fakta ini mempertegas bahwa pendidikan karakter tidak bisa ditunda dan tidak boleh dipisahkan dari sistem pendidikan nasional kita,” tandasnya.
Lebih lanjut, politikus senior yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng tersebut menyatakan bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) merupakan instrumen strategis untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan.
Ia mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan melalui pendidikan formal dan nonformal di masyarakat.
“Pengetahuan wawasan kebangsaan tidak cukup berorientasi pada capaian kognitif semata, tetapi harus menumbuhkan keadaban, empati sosial, dan kesadaran kebangsaan. Ini adalah fondasi utama membangun generasi yang berkarakter kuat, berjiwa humanis, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab,” jelas Anggota Komisi II DPR RI itu.
Dengan demikian, Longki berharap, generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Longki juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada narasumber, Prof. K.H. Zainal Abidin, atas kontribusi pemikirannya dalam memperkaya pemahaman mengenai nilai kemanusiaan dan karakter bangsa.

Baca: Anggota DPR RI Longki Djanggola Soroti Kepastian Hukum Guru Madrasah Swasta












Komentar