gNews.co.id – Helium, gas mulia yang dikenal sebagai pengisi balon, ternyata memegang peran krusial dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi semikonduktor modern.
Helium adalah unsur kimia berbentuk gas mulia yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Unsur ini memiliki lambang He dan nomor atom 2 di dalam tabel periodik.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (3/8/2026), helium merupakan unsur gas teringan kedua di alam semesta setelah hidrogen.
Sifat Utama Helium
Sebagai gas mulia, helium memiliki sifat yang sangat unik. Unsur ini hampir tidak bisa bereaksi dengan unsur kimia lain dalam kondisi normal (inert). Selain itu, helium memiliki titik cair dan titik didih yang paling rendah dibandingkan semua unsur lain, yaitu sekitar -268,9 °C.
Kegunaan Helium
Helium memiliki beragam kegunaan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia industri. Beberapa di antaranya:
· Pengisi balon: Digunakan untuk mengisi balon hias dan balon udara agar bisa melayang karena massanya lebih ringan dari udara.
· Dunia medis: Dicampur dengan oksigen (disebut heliox) untuk membantu pasien asma atau gangguan pernapasan berat.
· Pendingin mesin: Dimanfaatkan sebagai cairan pendingin untuk magnet superkonduktor, seperti pada mesin pemindai MRI di rumah sakit.
Peran Krusial Helium dalam Industri AI
Helium sangat penting untuk kecerdasan buatan (AI) karena gas ini dibutuhkan dalam pembuatan chip komputer atau semikonduktor. Tanpa helium, pabrik tidak bisa membuat chip GPU canggih yang dipakai untuk menjalankan program AI.
Baca: Ada Helium di Balik Sesar Palu-Koro? Penting untuk Pembuatan AI














Komentar