Bikin Gaduh? Keberadaan PT SMS di Desa Oyom Disebut Picu Perpecahan di Masyarakat

Program kerja APRI dari pusat sampai daerah sangat jelas. Tugasnya adalah memfasilitasi penambang rakyat melalui Responsible Mining Community (RMC).

APRI juga memberikan edukasi terkait tata cara penambangan yang bertanggung jawab dan senantiasa memperhatikan kearifan lokal.

Jadi, tegas Marwan, kalau ada statement dari PT. SMS bahwa sudah ada SK RMC bahkan sampai 23 RMC itu sangat tidak benar.

Sebab, sebelum jadi Ketua DPC APRI Tolitoli, Venus adalah Ketua Harian dan tidak pernah kenal apalagi bertemu dengan Dirut PT SMS Akhamd Sumarlin.

“Jadi kalaupun ada komunikasi dan kerjasama yang dilakukan itu berarti bersifat personal antara Ahmad Sumarlin dan entah siapa di dalam kepengurusan APRI DPC Tolitoli,” tegas Marwan.

Sebagai catatan, APRI tidak pernah mengadakan rapat dan kesepakatan terkait kerja sama dengan oknum manapun untuk menggiring masyarakat membentuk RMC.

Apalagi sampai mengesampingkan kelompok masyarakat yang sudah lebih dulu ada untuk tujuan korporasi.

“Itu sangat bertentangan dengan tujuan berdirinya APRI,” tandasnya.

Soal pernyataan bahwa 12 RMC yang diajukan sudah memenuhi persyaratan dan biaya pendaftaran namun tidak ada tindak lanjut dari pengurus APRI Tolitoli dan DPW Sulteng.

Bendahara APRI DPW Sulteng, Jean Wulur  menegaskan bahwa pernyataan itu bohong, sebagai bendahara pihaknya tidak pernah menerima biaya pendaftaran RMC sebagaimana dimaksud Ahmad Sumarlin.

Baca: Modus Rekomendasi Tambang Rakyat, Tokoh Muda Dondo Sebut PT SMS Diduga akan Lakukan Aktifitas Ilegal

Komentar