I Komang Sujendra menyampaikan bahwa Gubermur ikut mengapresiasi seminar dalam rangkaian acara ‘Pesan Senyum Sulawesi di September Ceria’.
Menururnya, seminar adalah bagian dari upaya Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kelainan celah bibir dan lelangit.
Supaya masyarakat semakin memperhatikan pentingnya asupan gizi dan menghindari stress bagi ibu hamil serta menghindari perkawinan sedarah.
“Yang resikonya bayi dilahirkan menderita kelainan celah bibir dan lelangit,” tutur I Komang Sujendra.
Baca: Ketua Persit Sebut Anak yang Dioperasi Bibir Sumbing Bisa Kembali Senyum
Sementara, pencetus Yayasan drg. Mohammad Gazali mengemukakan jauh hari sebelum dibentuk, tepatnya 2017, dirinya telah aktif menangani pasien celah bibir dan lelangit.
Dalam kurun waktu itu, Ia dibantu rekan – rekan seprofesi telah keliling Sulteng dan sukses mengoperasi lebih dari 1500 pasien.
“Kegiatan ini bukan di dunia dibalasnya tapi nanti di akhirat. Motivasinya dalam menolong pasien,” ungkap Mohammad Gozali.
Ia berharap dukungan stakeholder atas kiprah yayasan ini, khususnya kolaborasi dengan PKK.














Komentar