Masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu dan Sigi menunggu terobosan APH. Sebab, sekolah – sekolah tersebut sangat tidak layak huni. Belum lagi SD Islam Terpadu Insan Gemilang yg diduga bangunannya tdk ada, tapi proyeknya dibayarkan 100 persen.
Kepala BP2W Sulteng, Sahabudin yang dikonfirmasi pada 9 Oktober via aplikasi WatsApp hanya menyampaikan bahwa akan menjelaskan setelah tiba di Palu.
Ia juga mengatakan proyek tersebut ada sejarah pengerjaannya sehingga harus dijelaska secara langsung.
“Ada historysnya. Panjang, nanti saya jelaskan yo, setel di Palu komandan,” tulis Kepala BP2W Sahabudin.
Ketika dikonfirmasi kembali pada (12/10/2022) via WA perihal proyek tersebut, Sahabudin tak menjawab meskipun pesan sudah centang dua dan sudah terbaca.
Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan 19 sekolah di Kota Palu dan Kabupaten Sigi dengan nama pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab – Rekon) Fasilitias Pendidikan Dasar Fase 1B, seharusnya sudah selesai dikerjakan dan diserahkan kepada pihak sekolah masing – masing untuk dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran para peserta didik.
Namun fakannya, proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Prasaran Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah Kementrian PUPR bernilai puluhan miliaran itu belum semuanya rampung dikerja.
Dengan nilai proyek sebesar Rp 37,41 miliar yang dikerjakan oleh PT. Sentra Multikarya Infrastruktur (SMI) bernomor kontrak HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOP.II/02/2020, mulai 5 Juni 2020 dengan konsultan proyek TMC CERC PT. Yodya Karya.
Jika dihitung mundur dari tanggal kontrak 5 Juni 2020 hingga saat ini 10 Oktober 2022, berarti proyek ini sudah berlangsung selama 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan. Sebuah pekerjaan proyek rehab rekon yang terbilang lama.
Baca: Usut Sengkarut Problem Hingga Dugaan PHO Fiktif Proyek Rehab Rekon di BP2W Sulteng














Komentar