Empat Hari Jelang Pemilihan, Pasangan BERANI Jadi Sasaran Kampanye Hitam di Sulteng

gNews.co.id – Empat hari menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, pasangan nomor urut 2, Anwar Hafid-Reny A. Lamadjido menjadi korban kampanye hitam yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Fitnah ini disebarkan melalui selebaran yang ditemukan berserakan di sejumlah jalan di berbagai daerah.

Menurut laporan tim pasangan BERANI, ratusan lembar selebaran ditemukan di Luwuk, Banggai, dan Parigi. Selebaran tersebut berisi informasi yang diduga berniat menjatuhkan nama baik Anwar Hafid.

Ini Bukan Hal Baru

Syarifuddin Hafid, adik kandung Anwar Hafid sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, menyatakan bahwa praktik seperti ini pernah dialami Anwar Hafid pada Pilkada Morowali 10 tahun lalu.

“Kampanye hitam dalam bentuk selebaran seperti ini sudah pernah terjadi saat pemilihan bupati Morowali. Pak Anwar sudah biasa menghadapi hal seperti ini, jadi kami yakin ini tidak akan memengaruhi masyarakat. Namun, kami meminta aparat kepolisian dan Bawaslu untuk mengusut tuntas pelakunya,” tegas Syarifuddin.

Ia juga menyoroti kejanggalan dalam selebaran tersebut.

“Lucunya, mereka menulis ‘Koran BERANI’ di sudut atas selebaran. Padahal, tim BERANI tidak pernah membuat atau menerbitkan koran. Ini jelas permainan kotor yang sangat kentara,” tambah Ketua DPC Partai Demokrat Morowali itu.

Tim hukum pasangan BERANI telah bersiap melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib agar tindakan hukum dapat segera diambil.

Bawaslu Akan Lakukan Pengawasan Ketat

Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah, Nasrun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan patroli pengawasan sesuai arahan Bawaslu RI untuk mencegah terjadinya pelanggaran selama masa kampanye.

“Jika ada bukti bahwa selebaran tersebut merugikan pasangan calon, hal ini bisa dikategorikan sebagai kampanye negatif. Kami mendorong pihak yang dirugikan untuk melaporkan kejadian ini agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Nasrun, mantan karyawan Ombudsman Sulteng.

Konsolidasi Tetap Solid

Meskipun menjadi korban kampanye hitam, tim pasangan BERANI tetap solid dan optimistis. Mereka percaya bahwa masyarakat Sulawesi Tengah dapat melihat niat buruk di balik upaya menjatuhkan Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido melalui cara-cara tidak etis ini.

“Kami yakin masyarakat Sulawesi Tengah tidak akan mudah terpengaruh oleh berita-berita palsu seperti ini. Mereka tahu siapa yang benar-benar berjuang untuk kemajuan daerah,” tegas Syarifuddin.

Pasangan BERANI, yang diusung oleh Partai Demokrat, PBB, dan PKS, terus melanjutkan kampanye mereka dengan fokus pada program-program unggulan seperti Berani Sehat dan Berani Cerdas, untuk membangun Sulteng yang lebih baik.

Baca: Menjelang Voting Day, Pasangan Anwar-Reny Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Parigi Selatan

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar