Ia mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah adalah satu keluarga besar yang lahir dari geografis yang sama. Karena itu, rasa persaudaraan harus menjadi kekuatan utama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Fakta Memilukan: 80.000 Rumah Tak Layak Huni
Anwar Hafid tidak hanya menyampaikan ajakan, tetapi juga membuka mata publik tentang realitas memprihatinkan yang masih dihadapi warga. Menurutnya, kebahagiaan daerah tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Beberapa data yang diungkapkannya:
· 80.000 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) masih tersebar di Sulawesi Tengah.
· Masih banyak anak-anak yang belum merasakan fasilitas pendidikan yang layak.
· Sejumlah warga, terutama di wilayah terpencil, masih hidup dalam tekanan kemiskinan ekstrem.
“Ibu kita Sulawesi Tengah berpesan kepada kita: tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” tuturnya dengan nada haru.
Ajakan Menjaga Rumah Bersama
Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut mengajak seluruh elemen untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai “rumah bersama” yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
“Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Ia menegaskan, upaya menyejahterakan masyarakat adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Di akhir pidatonya, Anwar Hafid kembali menyerukan semangat gotong royong.
“Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” tandasnya mengakhiri sambutan dengan penuh keyakinan.














Komentar