• Prioritas Anggaran untuk Pembinaan Atlet
Hj Cica menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, anggaran pembinaan atlet akan lebih besar dibandingkan operasional KONI. Dengan demikian, pembinaan yang lebih terarah diharapkan dapat meningkatkan perolehan medali emas.
• Rekam Jejak di KONI Morowali
Saat menjabat sebagai Ketua KONI Morowali, ia berhasil mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 3 miliar, di mana hanya Rp 100 juta digunakan untuk operasional, sementara sisanya difokuskan untuk pembinaan atlet serta pengadaan sarana dan prasarana.
• Penolakan Jadwal Musprov KONI Maret 2025
Hj Cica menentang pelaksanaan Musprov KONI yang dijadwalkan pada 21-23 Maret 2025. Ia berpendapat bahwa penyelenggaraan di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fiitri kurang menghormati peserta yang sedang beribadah.
Selain itu, SK kepengurusan KONI saat ini baru akan berakhir pada Juni 2025, sehingga tidak ada urgensi untuk menggelar Musprov lebih awal.
• Kepatuhan terhadap Regulasi
Hj Cica menegaskan bahwa ia telah memenuhi semua persyaratan baik dari internal KONI (TPP) maupun berdasarkan Permenpora 14. Ia berkomitmen untuk menjalankan semua aturan yang berlaku sesuai AD/ART dan regulasi yang telah ditetapkan.
• Menjaga Integritas dalam Pemilihan
Ia meminta agar Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bersikap jujur, adil, dan berintegritas dalam menjalankan Musprov KONI. Ia berharap proses pemilihan tidak mencederai marwah organisasi dengan cara-cara yang melanggar norma etika.
• Permintaan Penundaan Musprov
Hj Cica meminta kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Ketua Umum KONI Pusat, dan TPP agar menunda pelaksanaan Musprov.
Surat resmi terkait hal ini telah ia tandatangani dan ajukan.
Dengan visi besar yang ia usung, Hj Arnila M Ali optimistis dapat membawa KONI Sulteng ke arah yang lebih baik dan lebih berpihak kepada para atlet serta pelatih.
Baca: Praktisi Hukum: Permenpora Nomor 14 Mencegah Orang Jahat Masuk ke KONI








Komentar