Hal ini merupakan wujud akumulasi kekecewaan dan ketidakpuasan pekerja terhadap manajemen PT GNI.
“Pihak PT GNI lamban merealisasikan tuntutan buruh atau pekerja dalam serangkaian aksi yang dilakukan sebelumnya,” katanya.
Demikian pula lanjut Dedi, kebakaran di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel PT GNI di Morowali Utara (Morut), Sulteng yang terjadi pada Kamis 22 Desember 2022 lalu.
Di mana insiden tersebut menewaskan dua pekerja alat berat, sesuatu bukan kecelakaan kerja yang pertama di PT GNI dalam kurun satu tahun terakhir.
Dalam kurun setahun terakhir, katanya, ada tujuh pekerja yang meregang nyawa di wilayah kerja smelter PT GNI, bahkan sejak smelter itu masih dalam tahap pembangunan.
“Tujuh orang pekerja yang meregang nyawa tersebut, terdiri dari dua pekerja bunuh diri, yang keduanya adalah warga negara Cina, dan lima pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja,” ungkap Dedi.
Berikut daftar Kecelakaan Kerja di PT GNI Dalam setahun Terakhir:
1. Kecelakaan kerja yang menimpa seorang operator alat berat berinisial HR, 25 tahun, yang ditemukan tertimbun longsor bersama excavator pada Rabu, 10 Juni 2020. Korban dilaporkan sudah tertimbun longsor sejak pukul 20.00 Wita pada 8 Juni 2020.
2. Pada 23 Mei 2022, ditemukan warga negara asing (WNA) asal China berinisial MG (56 tahun), tewas bunuh diri di lokasi PT GNI.
3. Pada 15 Juni 2022, TKA asal China lainnya juga ditemukan tewas bunuh diri dengan menggunakan tali kawat di lokasi PT GNI. WNA berinisial WR, 51 tahun itu ditemukan oleh salah seorang karyawan PT GNI yang akan bekerja di lokasi DP 4 PLTU PT GNI sekitar pukul 02.00 wita dini hari.
Baca: Diduga Napi dari Negara Asalnya, Tokoh Muda Sulteng Ini Desak Pulangkan Semua TKA di PT GNI














Komentar