Hal tersebut dikemukakan Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan, Medianti Eliya Permatasari melalui Asisten Deputi, Arif dalam forum komunikasi dan monitoring evaluasi atas penyediaan fasilitas kesehatan, sarana dan prasaran, serta SDM fasilitas kesehatan dengan pemangku kepentingan Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2022.
Baca: Sulteng Masuk 10 Besar Daerah Inflasi, Luwuk Tertinggi di Indonesia, Jokowi Ingatkan Potensi Kemiskinan Naik
Forum ini dipimpin Pj. Sekdaprov Sulteng, Rudi Dewanto didampingi Kepala BPJS Sulteng, Wahidah di ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin (12/92022).
Empat agenda utama dalam forum komunikasi dan monev, yakni sinergitas pemerintah dengan BPJS Kesehatan, potret pelaksanaan program JKN di Sulteng, strategi mewujudkan SDM sehat dan berkualitas, serta dukungan dan tindak lanjut.
Berkaitan dengan hal tersebut, Rudi Dewanto meminta Kepada Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan untuk mengatur agenda pertemuan khusus dan coverage di tiga kabupaten yang memiliki cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di bawah 95 persen.
“Selanjutnya, bagi kabupaten yang belum memiliki cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan agar segera memenuhi standar kompetensi dimaksud,” tandasnya.














Komentar