Dia menambahkan, ketegangan di Semenanjung Korea tidak lepas dari kepentingan geopolitik negara-negara besar, sehingga media harus lebih bertanggung jawab dalam meliput isu tersebut.
Dukungan dari Dewan Pers dan Diplomat
Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya, menyambut baik inisiatif Media and Peace Forum untuk meningkatkan literasi media dan mendorong jurnalisme perdamaian.
“Media harus menjadi jembatan pemahaman, bukan alat propaganda. Forum ini bisa menjadi langkah awal untuk memitigasi konflik melalui informasi yang akurat,” katanya.
Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Indonesia untuk Korea Utara, Riza H. Wardhana, dan KUAI Korea Utara untuk Indonesia, So Kwang Yun, turut mendorong kolaborasi lebih erat antara media kedua negara untuk memutus mata rantai disinformasi.
Ke Depan: Media Sebagai Agen Perdamaian
Media and Peace Forum diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memproduksi konten-konten berbasis fakta yang mendorong perdamaian dan pemahaman antarnegara.
“Kami ingin media tidak lagi menjadi alat perpecahan, tetapi sebagai pemersatu bangsa-bangsa,” tutup Teguh Santosa.
Dengan komitmen ini, JMSI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem media yang lebih sehat dan bertanggung jawab di tengah tantangan era digital.
Baca: APDESI dan JMSI Riau Teken MoU: Promosikan Potensi Desa dan Ketahanan Pangan














Komentar