Hasilnya, Prabowo mendapat 51,5 persen, Ganjar 43,1 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 5,4 persen.
“Prabowol unggul telak. Selisihnya hingga 8,4 persen,” jelas Ade Mulyana.
Untuk Ganjar, Januari 37,8 persen, Mei 31,9 persen, Juni 32,7 persen, Juli 35,3 persen dan Agustus 35,8 persen. Sedangkan, Anies pada Januari 22,1, Mei 20,8 persen, Juni 22,1, Juli 18,4 dan Agustus 19,7 persen.
“Prabowo untuk pertama kalinya mengalami penurunan pada Agustus sekitar dua persen, tapi ada kenaikan 10,8 persen dari Januari 2023,” ujar Ade.
Bahkan, jika elektabilitas Prabowo dan Ganjar head to head sejak Januari, Ganjar cuma unggul pada Januari dengan selisih 4,66 persen.
Sedangkan, Prabowo terus unggul sampai Agustus 2023 dengan selisih 8,4 persen.
Selain itu, survei LSI Denny JA menemukan, jika Anies tidak ikut kontestasi partai-partai pendukungnya cenderung ke Prabowo.
Ada 60 persen berasal dari Nasdem, 55,6 persen dari PKS dan 57,7 persen dari Demokrat.
Untuk diketahui, survei LSI Denny JA dilakukan pada periode 1 hingga 8 Agustus 2023 menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 sampel.
Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner dan margin of error +/- 2,9 persen.
Baca: Prabowo Dampingi Jokowi Blusukan ke Pasar Tradisional di Jateng, Pedagang Mengaku Terharu














Komentar