Verna Inkiriwang Dituding Tipu Masyarakat Poso dengan Berutang Rp 80 Miliar Bangun RSUD

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Poso, Soeharto Kandar menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit baru belum dilanjutkan.

Pihaknya mengaku belum mengetahu alasan kenapa proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 80 miliar itu terhenti.

“Kami melihat pos hutang itu belum ditarik. Kita belum tau apa sebabnya, saya kira ada hambatan didalamnya. Kita belum bisa sampaikan karena kita mengkonfirmasi ke pihak eksekutif,” katanya

Suharto hanya menjelaskan bahwa dari hutang sebesar Rp 80 miliar, yang dicairkan baru sekitar Rp 750 juta.

DPRD Poso akan melaksanakan rapat pembahasan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pemerintah daerah Poso yang dijadwalkan pada Senin 10 Mei 2024 sore.

“Baru sekitar Rp 750 juta yang ditarik. Dan uang itu untuk kepentingan apa kita belum tahu. Karena pembahasannya baru akan kita pertanyakan dalam rapat pembahasan hari ini,” ujar Soeharto.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan bahwa hutang daerah sebesar Rp 80 miliar itu adalah kebutuhan mendesak.

Karena Rumah Sakit (RS) Poso saat ini sudah full capasity dan tidak bisa lagi dikembangkan.

Ia mengungkapkan, RS Poso pernah mendapatkan bantuan alat kesehatan seperti alat cuci darah, tetapi karena kendala tempat, bantuan itu terpaksa dibatalkan.

“Karena rumah sakit yang sekarang sudah full capasity. Semua semua bantuan-bantuan alat kesehatan untuk Poso tidak dapat diberikan karena tempatnya tidak ada,” ungkapnya.

Baca: Anggota DPRD Poso Minta Bupati Batalkan Pinjaman Daerah Rp 80 M

Komentar