Sedangkan di saat bersamaan rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia alias TKL selalu saja diiukti dengan berbagai syarat dan kualifikasi tertentu.
“Disinyalir sebagian TKA itu adalah napi. Ini apa-apaan, negara kita kok dijadikan tempat pembuangan sampah masyarakat dari negara lain?,” tandas Alamsyah
Oleh sebab itu, peristiwa ini adalah momentum baik untuk memulangkan seluruh TKA tersebut.
“Dan menggantinya dengan tenaga kerja lokal. Kita masih sanggup untuk mengerjakan itu semua,” pungkasnya.
Sebelumnya, diketahui telah terjadi demontrasi yang berujung kerusuhan dan hilangnya nyawa 2 orang pekerja.
Diduga, para TKA dan TKL berhadap-hadapan di lapangan.














Komentar