Ia menyayangkan sikap Anwar Hafid yang terkesan mengabaikan infrastruktur pendidikan di daerah ini.
Padahal pembangunan SD tersebut sangat penting bagi peserta didik di daerah pascabencana.
Apalagi kondisi bangunannya tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar oleh guru dan murid di sekolah – sekolah tersebut.
Publik sangat berharap adanya perhatian dan sikap tegas Anggota DPR RI dari Dapil Sulteng, seperti Anwar Hafid dan anggota dewan lainnya yang merupakan mitra Kementrian PUPR.
Habib Sadig bahkan kurang percaya jika aspirasi rakyat Sulteng dapat disuarakan di level pusat, karena sampai hari ini Anwar Hafid tidak mengomentari data dan fakta terkait kondisi bangunan sekolah tersebut.
Sementara, Anwar Hafid yang dikonfirmasi via aplikasi WatsApp pada (15/10/2022) malam mengatakan akan segera meninjau langsung kondisi sekolah – sekolah tersebut.
“Saya baru mau cek dulu fisiknya,” tulis mantan Bupati Morowali dua periode ini lewat pesan singkat WA.
Anwar Hafid juga meminta agar dikirimkan data – data foto terkait kondisi bangunan sekolah.
Berikuta daftar sekolah yang sudah dibangun dan belum ada bangunannya:
MTs Alkhairaat Bobo, MTs Alhasanaat Kaleke, MTs Alkhairaat Balamoa, MIS Alkhairaat Bangga, MTs Nidatul Khairaat Pombewe, SD Islam Terpadu Insan Gemilang (belum ada bangunannya), RA Darul Iman, SD Inpres Buluri, SD Swasta Al Akbar, MTsS Walisongo Palu, SD Islam Iqra Petobo, SDN 1 Petobo, SDN 2 Petobo, SDN Inpres Petobo Kota Palu, SMKS Justitia Palu, TK Annisaul Khairaat, TK KT Bamba, TK Nosarara dan MTsN 3 Kota Palu. BB
Baca: Proyek Rp 37, 41 Miliar Diduga Rugikan Negara, KRAK Lapor BP2W Sulteng ke Kejati








Komentar