Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ini, politik itu berkomunikasi. Jadi sebagai respek sesama partai politik (Parpol), maka jalannya adalah membangun komunikasi.
Ketika PKB membuka pendaftaran, AA mengutus Bendahara DPW NasDem, Fahrudin Yunus mengambil formulir, kemudian AA sendiri yang datang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bentuk penghargaan terhadap mekanisme di PKB.
Publik juga mengetahui bagaimana hubungan komunikasi AA secara personal dengan PKB.
Tapi hubungan itu katanya, bukan berarti mereduksi sistem maupun mekanisme internal partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut.
“Sekaligus menjawab tuduhan-tuduhan selama ini ada keangkuhan dan lain-lain,” ujar AA.
Membangun Sulteng, lanjut AA tidak cukup sendiri, tidak hanya Partai NasDem. Namun, membangun daerah ini membutuhkan kerja sama dengan semua elemen dan sumber daya manusia yang ada, butuh pihak lain.
“Ahmad Ali, dalam posisi sebagai tokoh politik hari ini tidak boleh kemudian menempatkan dirinya di atas yang lain,” tandasnya.
Ahmad Ali, dengan menyatakan tidak akan lupa kodratnya sebagai adik dari para seniornya di organisasi Pemuda Pancasila, seperti Longki Djanggola, Arus Abdul Karim, Rusdy Mastura, dan senior yang lain.
Baca: Cara Kuno Tengara Menjegal, Kontestasi Harus Gentleman! Apakah AH Sindir Seseorang?










Komentar