Potret Menarik dari Aktivis Reformasi ke Pasar Durian Dunia

Tentu, jalur ini tidak semeriah orasi di atas truk. Tidak ada teriakan “reformasi” yang menggema.

Tapi hasilnya nyata: pendapatan petani naik, desa punya kebanggaan baru, dan daerah seperti Parigi Moutong masuk dalam peta perdagangan internasional.

Pelajaran dari Hengky Idrus adalah bahwa semangat perubahan tidak harus selalu meledak-ledak.

Ia bisa merayap ke akar rumput, berubah menjadi sistem, dan membuahkan kesejahteraan. Aktivis tidak harus selamanya menjadi “pengganggu”; ia bisa menjadi “pembangun” dengan tetap menjaga semangat awal: keberpihakan pada yang kecil.

Dulu ia menggerakkan massa untuk menjatuhkan rezim. Sekarang ia menggerakkan hasil bumi untuk mengangkat rakyatnya. Bukankah itu reformasi yang lebih permanen?

Penulis adalah Mantan Ketum HMI Cabang Palu, Alumni Univ Paramadina, Jakarta, sekaligus Pengamat Kebijakan Publik

Baca: KAMPUS YANG DIRINDUKAN! Unforgettable Memories in My Live

Komentar