Demikian ditegaskan Tokoh Muda Alkhairaat, Habib Sadig Alhabsyie kepada awak media, Rabu (12/10/2022).
“Periksa kepala balainya, pekerjaan amburadul dan satu sekolah tidak ada fisik bangunannya, berarti ada dugaan pidana korupsi,” tegas Habib Sadig.
Bukan hanya itu kata dia, proses PHO diduga sudah dilakukan oleh pihak BP2W Sulteng, sementara berdasarkan data – data yang ada sejumlah bangunan sekolah diduga mangkrak dan tidak difungsikan.
Publik lanjut Sadig, patut menaruh curiga bahwa APH tidak berani memeriksa Kepala BP2W Sulteng, Sahabudin dan pejabat terkait lainnya, lantaran diduga kuat ada kesepakatan tertentu.
“Mandul, tumpul, dan mereka tidak menunjukkan taringnya kalau berkaitan anggaran di balai – balai yang ada di Sulteng,” tandasnya.
Menurut Habib Sadig, keterangan dari para kepala sekolah, para guru, dan bukti bangunan sekolah yang tidak rampung menjadi dasar kuat serta pintu masuk bagi APH memeriksa pejabat BP2W Sulteng maupun kontraktornya.
Masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu dan Sigi menunggu terobosan APH. Sebab, sekolah – sekolah tersebut sangat tidak layak huni. Belum lagi<span;> SD Islam Terpadu Insan Gemilang yg diduga bangunannya tdk ada, tapi proyeknya dibayarkan 100 persen.
Kepala BP2W Sulteng, Sahabudin yang dikonfirmasi pada 9 Oktober via aplikasi WatsApp hanya menyampaikan bahwa akan menjelaskan setelah tiba di Palu.
Baca: Empat Tahun Pascagempa Dahsyat di Wilayah Palu, Sigi, dan Donggala








Komentar