Ia juga mengatakan proyek tersebut ada sejarah pengerjaannya sehingga harus dijelaska secara langsung.
“Ada historysnya. Panjang, nanti saya jelaskan yo, setel di Palu komandan,” tulis Kepala BP2W Sahabudin.
Ketika dikonfirmasi kembali pada (12/10/2022) via WA perihal proyek tersebut, Sahabudin tak menjawab meskipun pesan sudah centang dua dan sudah terbaca.
Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan dasar fase 1B senilai Rp37,41 miliar, dikelola oleh BP2W Sulteng, untuk 19 gedung sekolah yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Proyek yang digarap oleh PT SMI dengan konsultan TMC CERC PT Yodya Karya dengan nomor kontrak HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOP.II/02/2020, sudah dilakukan adendum sebanyak empat kali sepanjang tahun 2021.
Parahnya lagi, di adendum ketiga nilai kontrak proyek itu berubah dari semula Rp 37,41 miliar menjadi Rp 43,39 miliar. Bahkan, dari 19 gedung yang direncanakan direhab, hanya 18 sekolah yang terealisasi dikerjakan. TIM
Baca: Diduga Suap Kepala KUPP Bunta, Kejati Sulteng Tetapkan SH Tersangka








Komentar