Ia menjelaskan investasi ini akan digunakan untuk pengurangan emisi karbon, pengembangan energi terbarukan, dan memaksimalkan transfer pengetahuan guna pengembangan teknologi.
Menurutnya, transisi energi juga dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru yang ramah lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat yang terkena dampak baik secara langsung atau tidak langsung dari perubahan iklim.
Ia memastikan dalam waktu enam bulan Pemerintah Indonesia akan memimpin penyusunan rencana aksi kemitraan untuk menghasilkan investasi yang komprehensif mengenai transisi energi.
“Kita harus memikirkan bagaimana transisi energi berdampak pada masyarakat rentan dan mewujudkan net zero emission,” tegas Luhut.
Climate Counselor to The Secretary at US Department of The Teasury John Morton menyatakan selama enam bulan ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan rencana investasi yang komprehensif.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencapai target pengurangan emisi tujuh tahun lebih awal dari jadwal sebelumnya dan mengembangkan energi terbarukan.
Tak hanya itu, upaya ini turut dilakukan untuk membantu Indonesia menekan emisi karbon di sektor kelistrikan 10 tahun lebih cepat yaitu dari 2060 menjadi 2050. “Itu lah ambisi yang ingin kami dukung,” sebut Morton.
Baca: Johnny G. Plate Mengaku Nyaman Naiki Mobil Listrik di Gelaran KTT G20
Sumber | ANTARA
Editor | MAHBUB














Komentar