Retret yang Digelar Gubernur Sulteng Menggugah Kesadaran Pejabat, Pengamat Politik: Fondasi Moral untuk Birokrasi Berintegritas

Efriza menambahkan, retret di lingkungan religius dianggap lebih efektif menggugah kesadaran bahwa tugas pelayanan publik tidak hanya sekadar mengejar kesejahteraan material, tetapi harus dilandasi integritas dan tanggung jawab moral yang kuat.

Selain aspek pembinaan karakter, kegiatan yang mengikutsertakan seluruh kepala dinas ini juga berperan penting dalam memperkuat soliditas dan kebersamaan antar-pimpinan daerah.

Retret ini membangun kebersamaan melalui aktivitas keagamaan seperti salat berjamaah dan mendengarkan tausiyah, yang seringkali terabaikan dalam kesibukan rutin pejabat.

“Soliditas ini menjadi modal strategis untuk menggerakkan roda pemerintahan secara lebih sinergis dan efektif,” tandas Efriza.

Dari dokumentasi PPID Pemprov Sulteng, tampak Ketua Utama PB Alkhairaat, Habib Alwi Aljufri menjadi salah seorang pemateri.

Dengan terbangunnya kohesi dan kesadaran moral yang kuat di tingkat pimpinan, diharapkan seluruh program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat diimplementasikan secara lebih terpadu dan berkelanjutan, guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Langkah Gubernur Anwar Hafid ini diapresiasi sebagai terobosan dalam membentuk birokrasi yang tidak hanya cakap, tetapi juga berintegritas dan berbasis nilai.

Baca: Langkah Strategis Gubernur Anwar Hafid Bela Warga Poboya Menambang: Usul Penciutan Area PT CPM ke Pemerintah Pusat

Komentar