Nah… Sebagai pencinta Nasi Kuning, saya mencoba memberi penilaian khusus tentang kekhasan dari kuliner yang satu ini. Bagi saya Nasi Kuning dimana saja tetaplah sama.
Sama-sama kuning. Namun apa yang membedakan Nasi Kuning di satu tempat dengan tempat yang lain? Jawabannya ada pada ‘rasa dan teksturnya’. Dua faktor inilah yang mempengaruhi keenakan, kelezatan, kegurihan dan kelembutan Nasi Kuning.
Tekstur Nasi Kuning yang lembut sangat dipengaruhi oleh jenis beras yang digunakan. Buatlah Nasi Kuning dengan beras Pandan Baru, Super Win, Clara Super, Membramo, Ciheran, Cimolati, beras 56, 57, 58 atau beras yang menggunakan angka-angka lainnya dan rasakan bedanya. 100 persen pasti beda.
Demikian pula ketika anda makan Nasi Kuning di mana saja, saat itu anda merasakan enak, lezat dan gurih, coba tanyakan beras apa yang dia gunakan. Kalau enak pasti beras ini dan kalau hambar alias tak ada rasa pasti beras itu. Ya, iyalah, beras sangat menentukan.
Ini salah satu kebiasaan yang kurang baik dan harus dihentikan di kalangan pebisnis tradisional pemula kita, khususnya penjual Nasi Kuning.
Penjual pada awalnya menggunakan beras bagus dan berkualitas di awal penjualannya sebagai promosi tapi pada penjualan selanjutnya berganti dengan beras level bawah dengan alasan biaya produksi dan alasan ekonomi lainnya. Praktik bisnis seperti ini sudah menjadi rahasia umum. He he he.
Oke… Saya lanjutkan, dua hal lagi tentang rasa. Keenakan, kelezatan dan kegurihan juga sangat dipengaruhi oleh ‘bumbu yang dipakai dan tempat yang digunakan’.














Komentar