Jika sebelumnya jalan di Desa Kalukubula tersebut sudah diaspal, kemudian rusak maka yang perlu ditingkatkan adalah kualitas timbunan agar badan jalannya kuat dan tahan lama.
Habib Sadig mengingatkan jika kualitas timbunan badan jalan yang saat ini dikerja serampangan, maka ke depan ia meyakini tidak akan bertahan lama.
“Panggil dan evaluasi kotraktornya. Berikan teguran tegas, bila perlu bongkar kembali timbunannya jika tidak sesuai petunjuk teknis,” tegas tokoh Muda Alkhairaat ini.
Ia mengaku heran kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sigi, Henri yang terkesan mengabaikan kondisi pekerjaan tersebut.
Habib Sadig menyebutkan jika seorang Kepala Dinas sudah mengabaikan, maka patut diduga ada aroma tidak beres antara pihak CV. Gamma Dwintha Lasari dengan Kadis Hendri.
“Harusnya seorang kadis selaku pemegang otoritas kebijakan tegas terhadap kontraktor. Jangan diam, kalau diam, jangan salahkan jika publik curiga,” tandasnya.
Ia juga mendapat informasi bahwa sejak awal proses pengerjaan proyek tersebut diduga sudah tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis.
Belum lagi katanya ada warga yang mengeluhkan soal debu jalan. Di mana debu jalan mengganggu aktivitas masyakat lantaran pihak kontraktor tidak melakulan penyiraman.
Baca: Aroma Culas Proyek Tambal Sulam, Kabid dan PPTK Bungkam
Penulis | MAHBUB














Komentar